Yamaha Mio Sporty, 210cc Pakai Piston CBR dan Naik Stroke

Percuma saja pangkas bodi tapi mesin tak dikorek abis. Akan dibilang gaya doang kalau larinya seperti keong. Itu yang membua Yamaha Mio milik Ridho Juliansyah alias Upay dikorek Adriansyah. Dia mekanik ADR Speed di Penggilangan, Cakung, Jakarta Timur.

Formatnya untuk adu kebut jalanan kelas standaran. Boleh dikorek abis tapi tampilan luar mesin tetap standar. Untuk itu pilihan pertama menggunakan piston milik Honda CBR 150R. Diambil yang punya oversize 150 atau 65mm.

Alasan memilih menggunakan piston CBR karena lebih pendek. Sehingga posisi piston jadi mendem. Mengakalinya supaya piston rata dengan permukaan blok atas, harus naik stroke.

“Pen strokenya pakai 2,5mm. Jadinya langkah seher naik 5mm dibanding standar yang hanya 57,9mm,” jelas Adriansyah yang kini memperkuat tim Yonex juga. Jadinya stroke total 62,9mm.

Kapasitas silindernya bisa dihitung. Diameter 65mm dan stroke 62,9 jadinya 208, 6cc. Digenapkan dapur pacunya di kisaran 210cc.

“Tetap pakai paking standar. Tapi, kompresi cukup diseting 11 : 1, karena untuk trek jalanan yang kadang panjang,” jelas Adriansyah.

Durasi kem isap 267 derajat dan buangnya 270 derajat. Buka-tutup klep didukung angkatan katup sampai 10mm. Payung katup isap dan buang menggunakan diameter 34-29. “Mesin dirancang untuk 700 meter ke atas,” tutup Upay asal Rempoa, Tangerang.

DATA MODIFIKASI
Ban depam: Swallow 50/90-17
Ban belakang: Swallow 60/80-17
Pelek depan: Excel 1,40×17
Pelek belakang : Excel 1,4×17
Sok belakang : KTC