Category: Dunia Modifikasi


Honda C70, Si Pitung Operasi Total

Jangan terpengaruh tampilan jadul Honda C70 ini. Itu karena dapur pacun sudah operasi total. Diklaim pemiliknya, Tito Sandiarto, mengasapi Satria F-150 di ajang adu kebut malam.

“Cuma crank case aja yang asli Honda C70, sisanya ambil dari part motor lain,” jelas mekanik dan joki dari bengkel Tigor Motor Speed di Jl. Bantul, Jogja ini.

Ngejar akselerasi beringas, silinder dan head C70 tak bejaban dibore up abis-abisan. Solusinya Tito cangkok blok silinder berikut head milik Yamaha Vega yang sanggup caplok piston gambot.

Untuk aplikasi blok dan silinder Vega banyak ubahan yang harus disesuaikan pada crank case. “Dudukan empat baut blok pada crank case menyesuaikan ukuran lubang buat blok Vega, sedangkan bautnya pakai milik Shogun 125 yang panjangnya cukup,” urai Tito.

Proses transplantasi jeroan mesin juga dilakukan. Seperti bandul, adopsi milik Honda Karisma yang diameternya lebih besar dan bersanding dengan setang piston Mio. “Setelah stroke naik 3mm dan seher 56mm milik Neo Tech, kapasitas mesin jadi 170cc,” jelas lajang bertubuh subur ini.

Katup isap dan buang sudah mengaplkasi milik Honda Sonic. Noken as pakai standar milik Yamaha Vega. “Coba aslinya kayaknya masih kurang sip. Durasi harus diubah, makanya pantat kem dipapas lagi jadi sekitar 0,3mm,” terang pria yang hobi pakai celana pendek ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 80/70-17
Ban belakang : Swalow 80/70-17
Knalpot : Creampie Muffler
Karbu : NSR SP
Pelek belakang  : DBS
Tigor Speed : 0857-28822-693

Di World Batik Summit, Motor Pun Dibatik

Keberadaan batik sebagai warisan budaya nasional sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Enggak cuma sebatas pada  fashion, di dunia modifikasi batik sudah menjadi andalan modifikator untuk berkarya.

Seperti pada ajang World Butik Summit 2011 yang berlansung di Jakarta Convention Center, Senayan 28 September-2 Oktober 2011 lalu. Berbagai karya modifiksi otomotif yang berhubungan dengan batik ikut di pamerkan.

Ada H-D Custom hasil karya Retro Classic Cycle dari Jogja. Menampilkan H-D Sportster Custom yang detail pada bagian tangki, tangki oli dan spatbor belakang diberi corak detail batik.

“Saya menampilakan motif batik Taruntum, Kawung, dan Jlamprang pada bagian bodi motor,” Jelas Lulut, owner sekaligus builder Retro Classic Cycle.

Selain itu ada Mercedes-Benz C250 CGI full airbrush batik milik gitaris Piyu Padi hasil karya perancang ternama Carmanita. Juga ada tiga buah ban bermotif batik berikut kembangannya dengan tema 60 tahun PT Gajah Tunggal yang juga ikut dipamerkan.

Spesialis Ninja 150, Dari Standar Ke Balap

Mengawali karir sebagai kepala gudang bengkel AC mobil pada 1996, Heru Mustofa yang mekanik sekaligus pemilik bengkel Scorpio ini mahir mengembangkan ilmu korek motor. Itu sudah didapatnya ketika zaman balapan di Ancol atau pada masa kejayaan motor 2-tak.

Berawal dari itu pula, pria asal Wileri, Semarang, Jawa Tengah ini terus mendalami dan mengembangkan karakter mesin sport. Dari setiap generasi sampai akhirnya munculnya Ninja 150 R yang hadir di jalanan Indonesia. Memiliki teknologi yang lebih modern dibandingkan motor batangan yang ada lebih dulu.

“Untuk harian, setingan karbu dan knalpot standar bobokan sudah mumpuni menambah ringan akselerasi. Dimaksimalkan dahulu part standar, jika kurang baru adopsi yang versi racing,” bilang pria murah senyum ini.

Semangat membuktikan hasil korekan, sempat malang melintang di arena balap malam 600 meter di seputaran Jakarta. Jalur balap resmi dimulai 2010 terjun meramaikan balap 150cc di Sentul. “Awal yang menggembirakan, meraih juara 2, 3 dan 4 dalam satu event sekaligus,“ ungkap Heru panggilan akrabnya.

Pria yang pernah mengambil joki Doran Satria ini juga mengikuti perkembangan zaman. Di mana motor 4-tak semakin membanjiri jalanan Ibu Kota, pria 40 tahun ini juga sanggup menanganinya. “Seperti Ninja 250R, Scorpio, Satria F-150 maupun motor bebek. Mau dibikin kencang, ayo aja,” mantapnya.

BENGKEL MOTOR SCORPIO
Jl. Meruya Selatan No. 35 (Depan Lapangan Kampus Mercu Buana), Jakarta Barat. Telepon 0816-145-1946

Spesialis Modifikasi dan Cat, Siap Semua Motor

Dunia modifikasi sekarang memang tidak hanya berpusat di kota besar. Di daerah atau malah kota kecil juga menyimpan potensi modifikator yang andal. Misalnya rumah modifikasi dengan bendera May’s dari Majalengka, Jawa Barat ini.

Pada awalnya, Irman Hermawan lebih fokus dalam masalah pengecatan motor saja. “Saya basicnya lebih suka ngegambar atau bikin motif airbrush di motor, tapi akhir-akhir ini mulai berkembang juga ke modifikasi secara total atau keseluruhan,” kata May, sapaan akrabnya.

Sampai saat ini, pelanggannya tidak hanya seputaran kampungnya saja. Tapi juga sudah sampai kabupaten tetangga seperti Cirebon. Tentu saja hal itu kerena hasil kerjanya yang bisa dipertanggungjawbakan.

Berbagai motor diterimanya saat ini. Mulai dari skubek, bebek sampai sport. Dari yang hanya ingin cat ulang sampai modifikasi total. “Untuk ubahan bodi saya menggunakan fiber,” tambahnya.

Urusan mendesain bodi ini May beruntung karena mendapat dukungan dari Mang No, seorang desainer dan pengamat sepeda motor ternama. Dia mantan orang R & D pabrikan Honda dan masih aktif di Kanzen. “Dengan support beliau maka lebih mantap memodifikasi,” ungkap May lagi.

Saat disambangi ke bengkelnya beberapa waktu yang lalu, terlihat tengah dipersiapkan beberapa karya modifikasi layak contezt.

Spesialis Modifikasi Fiber Kota Udang

Meskipun masih baru dalam dunia modifikasi, tapi IQ  Modifikasi (IQM) sudah berhasil menarik perhatian banyak pihak. Karena dengan desain dan inovasi yang dilakukan berhasil menjuarai event contezt modifikasi di Taman Harapan Indah Bekasi yang langsung melambungkan namanya.

Kreasinya waktu itu lewat Kawasaki Ninja 250R yang mendadak tampil ala ZX6 custom. “Kita berhasil mewujudkan tampilan bodi baru yang terlihat pas dan harmonis dengan konsep diinginkan,” kata Frendy Budiman, pimpinan IQM.

Berangkat dari sanalah Frendy mulai berpikiran untuk memproduksi bodi custom yang bisa dipasang dengan gampang. “Konsep yang ditawarkan adalah full set bodi tadi sifatnya bolt-on, sehingga bisa dipasang oleh siapa saja,” lanjut pria berkacamata ini.

Sebelum jadi modifikator, Frendy dan tim bergerak di bidang desain interior dan furniture. “Terbukti ilmu tadi bisa juga dibawa ke motor, karena berhubungan dengan pembuatan bentuk baru dan detailing,” tambahnya.

Dengan jumlah anggota tim yang hampir 20 orang, saat ini IQM mulai banyak memasarkan bodi racangannya sendiri tad ke berbagai kota dan daerah. Dari yang hanya kondom tangki sampai fairing full set.

Selain didukung seniman fiber bagus, di IQM juga lengkap ada jago airbrusher. “Sehingga satu paket dapat dikerjakan di tempat ini,” yakin Frendy.

Spesialis Knalpot Lama Di Liaran

Nama Joyo Racing Muffler (JRM) mungkin belum banyak yang mengenalnya. Meski produk ini sudah muncul dan berear di pasaran sejak 9 tahun silam. Kenafa bisa begitu? Itu karena Joyo Panut yang memproduksinsaluran buang itu masih belum berani memasuki pasar knalpot racing dengan serius. Baru sejak 2010 yang lalu dia orang berani unjuk gigi.

Selama ini JRM hanya dikenal di komunitas balap liaran, itu pun masih yang bermain di seputaran Cengkareng, Jakarta Barat. “Memang lama dikenal oleh anak-anak yang main balap liar,” ungkap Joyo yang mengaku banyak hal yang membuatnya selama ini baru ‘pede’ main di komunitas seperti tadi.

“Usaha saya masih bersifat home industry, jadi belum siap juga untuk produksi banyak,” lanjutnya. Saat ini karyawannya masih 4 orang sehingga memang diakui belum bersifat industri yang mampu menghasilkan banyak knalpot.

Sejak tahun lalu, JRM mulai dipakai oleh tim drag bike. Hasilnya pun tidak memalukan karena Yamaha Jupiter dari Tim Arjuna Adi Djaya yang menggunakan knalpot ini langganan podium. “Karena itu sekarang optimis memproduksinya lebih banyak, sebab enggak malu-maluin kan,” bangga Joyo lagi.

Untuk bahan knalpot sendiri, dia masih menggunakan pelat galvanis. Karena itu harganya masih atau belum  terlalu mahal. Rata-rata hanya dibanderol Rp 250 ribu untuk jenis knalpot 4-tak.

EMSA, Spesialis Karburator Penipu Pembalap Liar

Bengkel bubut EMSA di Jl. Arif Rahman Hakim, Kota Depok, Jawa Barat telah membuat banyak pembalap liar tertipu. Eit…, jangan ambil konotasi jelek dulu. Sebab, hasil karya tukang bubut di bengkel yang dipimpin Arief Susanto itu luar biasa.

“Kami bisa mengubah karburator vakum jadi skep biasa. Tapi, tampilan luarnya tetap karburator vakum,” buka Arief yang sudah mulai bubut-membubut sejak 2001 itu.

Karena penampilan luarnya masih karburator standar vakum itulah yang menipu para pembalap liar. Soalnya, di balapan liar, ada kelas karburator standar.

“Saya bikin karburator vakum jadi standar skep juga atas permintaan konsumen. Jadi, sebenarnya mereka yang menipu, he..he..he..! Tapi, sebelum mengerjakan buat konsumen, saya praktikin dulu di karburator Mio saya. Habis tiga sebelum hasilnya sempurna,” papar Arif yang jagokan Ujang sebagai spesialis karbu.

Dengan 8 karyawan, bengkel bubut EMSA sebenarnya tidak hanya fokus di urusan memodifikasi penyuplai bahan bakar. Sebab, mereka juga sudah tenar ‘merapikan’ kepala silinder. Mulai dari membesarkan klep, hingga mengubah kubahnya. Semua bisa dikerjakan sesuai keinginan konsumen.

Toh Arif tidak mematok harga untuk karyanya. Semua dia serahkan pada negoisasi. “Sulit ngasih harga pasnya. Kadang Rp 50 ribu untuk jasa kadang juga bisa lebih dari Rp 200.000,” sebut bapak tiga  putra itu.Bengkel Bubut EMSA
Jl. Arif Rahman Hakim, Kota Depok, Jawa Barat

Kawasaki Ninja 250R, Digesek Ceper


Satu lagi bukti bahwa Ninja 250R itu banyak dimodif saat ini. Pilihannya pun beragam. Maksudnya jika ingin rombak kaki-kaki atau bodi begitu banyak pilihan bisa dilakukan. Misal karya bengkel Artisis Custom (AC) ini.

Judul di atas bisa dikatakan rumus dalam memodifiaksinya ini kali. Bodinya meniru Ducati, kaki-kaki jiplak GSX 1000, dipelesetin jadi digesex. Tapi hasilnya motor kelihatan lebih ceper.

“Motor ini memang akan terlihat ceper jika tetap menggunakan monosok dari GSX 1000,” kata Shen Shen, juragan AC. Jika bisa menyesuaikan bentuk bodi dan rider cukup nyaman, maka lebih rendahnya jok sekarang ini bukanlah masalah berarti.

Masih menurut Shen Shen, penggunaan monosok dari moge tadi mempunyai keuntungan dalam masalah pemasangan. “Bisa dikatakan sistemnya menjadi bolt- on karena bisa langsung pasang di Ninja 250R,” ungkap pria berambut cepak ini.

Lebih jauh dijelaskan bahwa jika tidak ingin motor terlihat ceper, arm ini bisa digabungkan monosok standar Ninja. “Tapi, untungnya Abel si pemilik motor ini enggak masalah dengan tampilan seperti ini,” kata pemilik bengkel di Jl. Mangga Besar 4R, No. 80, Jakarta Barat ini.

Oh ya, arm yang digunakannya produksi Delcevic. Sama dengan pelek. Lengan ayun dan pelek ini baik ukuran maupun modelnya persis meniru tampilan GSX. Pelek ini mempunyai lebar telapak lumayan, 3,5 inci di depan dan 6 inci untuk bagian belakang.

Sedangkan untuk urusan bodi, saat ini Shen Shen coba aplikasi bodi yang meniru Ducati 848. “Bagian yang paling ketahuan meniru Ducati adalah pada buritan,” tunjuk  Shen Shen.

Tapi, untuk urusan warna rupanya dia ogah menggunakan kelir merah yang sudah jadi identiknya Ducati. “Kita lebih sreg dengan warna putih, plus dengan sedikit efek kuning,” kata pria yang juga terkenal sebagai seniman airbrush.

Di bengkelnya memang dia menyediakan paket bodi ini, hal itu karena dirinya menjadi distributor produk yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. “Untuk Jakarta saya yang memasarkan memasarkan,” tambah pria bertubuh tegap ini.

Sedangkan untuk wilayah depan, ada sesuatu hal yang baru diaplikasinya. Hal itu karena model projector yang digunakannya berbeda dengan produk populer yang sudah banyak beredar selama ini. Namanya devil eyes yang juga diulas lebih lanjut di halaman 12, MOTOR Plus edisi ini. Sesuatu banget, Bro!

“Lampu seperti ini masih baru, cirinya bagian dalam memancarkan warna merah.  Sedang pada bagian lingkar lampu dibiarkan tetap biru,” ujar Shen Shen lebih jauh.DATA MODIFIKASI
Pelek: Delcevic
Ban: Michelin 120/60-17& 190/60-17
Swing arm: Delcevic
Upside down: GSX 1000
Bodi : Custom
Footstep: Xrace
Takometer: Koso RX2
Knalpot: Jardin RT5
Gas spontan: Domino
AC: (021) 95083232

Kawasaki AR125, Trial Ramping Dan Menawan

Sudah lama modif karya Allan Filly enggak nongol. Ini kali, punggawa bengkel Allan Filly Modification (AFM) menampilkan karya baru mengandalkan Kawasaki AR125 miliknya sendiri.

Memang besutan ini tergolong lawas, namun lewat tangan dingin Allan Filly, AR125 bisa berubah bentuk jadi trial ramping dan menawan. “Saya cuma ambil mesinnya saja! Sisanya atau bagian lain bikin sendiri,” jelas builder buka bengkel di Krapyak, Jl. Parangtritis Km 3,5 Jogja.

Untuk proses pembentukan rangka, modifikator senior ini mengandalkan pipa besi kotak. Potongan pipa besi ini dirol mulai dari center bone dan double cradle sebagai dudukan mesin. Kalau dilihat sekilas, model rangka mirip Suzuki RGR.

“Dimensi mesin AR125 yang kecil dan ringkas cocok dengan tampilan trial. Ubahan rangka juga enggak kelihatan melar,” lanjut Allan Filly yang konsep ubahan trialnya mengadosi motor Gas Gas, salah satu produsen motor trial asal Eropa.

Ciri besutan trial yang ramping bisa dilihat pada penempatan tangki yang punya model minimalis. Tangki diselipkan di rangka atas. “Model tangki simpel seperti ini untuk memudahkan ridernya bermanuver di atas bebatuan, Kapasitas tangki juga enggak banyak,” urai modifikator berambut tipis ini.

Konsep besutan trial juga menuntut penunggangnya harus berdiri di atas besutan. Makanya posisi jok hanya sekadarnya dan menyatu dengan bodi bagian tengah. “Cuma ditempel spon hitam saja di atas rangka tengah,” lanjut Allan lagi.
Untuk bodi dibentuk ulang dari fiberglass. Pengerjaan ini memang sudah jadi spesialisasinya sejak lama. Makanya, nggak heran kalau hasil pengerjaannya jadi lebih rapi. Utamanya pada sambungan bodi.

“Bagian tengah dibuat tipis dan langsung menyatu dengan sepatbor belakang,” ujarnya Allan yang menambahkan stop lamp variasi pada ujung sepatbor.

Pada bagian depan atau cover head lamp, juga didesain sendiri. Dibuat minimalis namun tetap tampil futuristik.

Kawasaki Ninja 150 RR, Harmonis Minimalis

Kawasaki Ninja 150 RR memang sudah menarik dan asyik. Varian tertinggi dalam keluarga Ninja 2-tak ini hanya butuh sentuhan minimalis untuk membuatnya tampil beda.

Ingat, auranya yang ramping dan kencang jangan sampai hilang akibat nafsu memodifikasi. Kalau terlihat gendut dan berat malah jadi aneh lho!

“Karenanya kita hanya main cat dan penambahan beberapa detail yang justru akan menambah kesan sporty,” ungkap Andri dari Andri Design (AD) yang mengerjakan motor ini.

Motif airbrush grafis terlihat masih mendukung kesan motor kencang. Begitu juga dengan pemasangan beberapa bagian bodi dari carbon. Sungguh suatu yang harmonis tapi minimalis. Trik modif yang layak ditiru pengguna RR lainnya.DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 100/70-17 (
Ban belakang: Michelin 120/70-17
Knalpot: DBS
Head lamp: HID
Karbu: PJ 34 Sudco
Koil: YZ125
AD: (021) 6456738

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.490 pengikut lainnya.