Category: Dunia Modifikasi


1. Kawasaki Ninja rr thailookninja bali part 3

2. Mio drag 155cc

coba2 part 4 finish

3. Satria 120 drag

satria 120 drag finish

5. mio Rangka standar 150cc

part 3 finish

 

Kids Game Puzzles

Sistem          : Sistem Multimedia Edukasi Interaktif
Media           : Gambar , Teks, Suara
Tujuan          :
· Supaya metode pembelajaran yang ada berubah menjadi lebih interaktif dan menyenangkan
·      Agar anak dapat bermain sambil belajar.
· Melatih otak kanan dan otak kiri anak sekaligus melatih motorik   anak.
·     Menambah wawasan.
Interface      : Bermain dengan permainan teka teki silang pasti menyenangkan dan disukai oleh anak-anak. Nah, di sini mereka akan bermain permainan teka teki silang yang terdiri dari banyak huruf. Anak-anak harus mencari huruf yang benar sesuai  dari susunan huruf yang acak itu. Mereka harus jeli dan cermat dalam bermain permainan ini.

Yamaha Mio, Fresh From Thailand

Belum seminggu usia Yamaha Mio ini tiba di Jakarta, tapi sudah dibejek habis buat bertarung di trek lurus 201 meter. Hasilnya, enggak sia-sia! Podium teratas kelas matik 350 cc di sebuah event drag bike minggu lalu, berhasil digondol Deny Helen alias Otoy sebagai joki Mio 340 cc ini.

Tapi, seting engine Mio yang diboyong dari Thailand ini tidak seperti biasanya lho. “Terutama di bagian blok silinder. Piston yang rata dengan bibir blok,” ungkap Miekeel Tjahjanto, owner MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX No. 20C, Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Menurutnya, seting engine sebelumnya lebih memilih pendamkan piston di bawah bibir. “Ukuran mendemnya piston itu bisa 0,5 mm. Tapi, sekarang malah rata,” tambah pria yang sering wara-wiri ke Thailand buat beli komponen racing dan engine drag itu.

Pakai piston merek LHK diameter 71 mm, penggebuk kompresi ruang bakar itu dipilih yang model forging. Pakai piston tempa, selain lebih ringan juga tahan bermain di kompresi tinggi

Akibat piston yang rata dengan bibir blok, ada konsekuensi yang dilakukan. “Efeknya di lift klep. Jika tadinya main di 8 mm lebih, tapi di motor ini cuma sekitar 7,2 mm,” urai pria berbadan gemuk dan super besar itu.

Durasi kem yang dipatok pun hanya 265º dengan profil bumbungan gemuk. Kem ini, kudu berputar dan menekan klep titanium 35 mm (in) dan 31 mm (ex) yang diambil dari Suzuki RMZ450.

Sementara itu, pengabut bahan bakar tetap mensuplai derasnya bahan bakar. Karbu Keihin PE 28 mm yang direamer hingga 34 mm jadi andalan. “Kebutuhannya memang begitu,” katanya.

Dari semua seting yang dilakukan, juga bikin ubahan seting di saluran buang. Jika biasanya matik drag Thailand bermain di diameter leher knalpot 32 mm, sekarang justru balik lagi kecil. “Leher pakai 29 mm. Membesarnya hanya dibagian silencer aja,” jelasnya.

Tapi sayang. Meski kemarin juara 1, tapi itu bukan hasil maksimal. “Waktu di tes Otoy di Thailand, sempat tembus 6,7 detik. Tapi, kemarin lupa pakai stabilizer, jadi melorot di 7,3 detik,” ujar Miekeel sembari bilang 70 meter jelang finish, Otoy sudah tutup gas karena kemudi enggak stabil. Gas lagi dong!

Yamaha Mio Siap Boyong Mobil

Melihat prestasi Yamaha Mio besutan Stevanus Nawir bakal boyong hadiah mobil. Tentu saja bila sanggup meraih poin tertinggi dari semua seri di pentas Day Battle Pertamina-Enduro KYT Drag Bike (DBEKYTDB) garapan Trendypromo Mandira (TM).

Apalagi di seri IV event DBEKYTDB di Jogja lalu, Mio tim Pells Rextor Kawahara ini kembali podium pertama kelas 200 cc dengan catatan waktu 7,64 detik. Ada kesempatan dapat mobil asal menang di seri Sentul nanti.

“Untuk sirkuit dadakan di Jogja kemarin, adopsi piston Tiger oversize 275 (66,25 mm) dengan stroke  57,9 mm itu diseting pakai perbandingan kompresi 13,9 : 1. Agak tinggi memang,” ucap Arif Sigit Wibowo biasa dipanggil Pele, sang mekanik.

Setingan segitu oleh Pele dikombinasikan dengan kem yang punya durasi kurang-lebih 276 derajat baik untuk klep in maupun out. “Disuplai karbu Keihin PE 28 yang diremaer jadi 30 mm. Spuyer tepat saat gunakan main-jet 125 dan pilot-jet 42,” jelas brother yang tinggal di Solo, Jawa Tengah ini.

Ubahan mesin gak akan maksimal bila komponen CVT tidak disesuaikan. Untuk trek 210 meter di Jogja, seting rasio jadi 15/ 39.  “Biar nggak kehilangan tenaga di putaran tengah, coba pasang roller Kawahara 8 gram rata juga memangkas bobot magnet sampai 670 gram,” imbuh Pele.
Cuma kerena seri akhir dihelat di Sentul, diakui Pele kalau mesin diseting sedikit beda.  Nah, bulan puasa ini adalah waktu yang tepat dimanfaatkan buat susun strategi sekaligus untuk memaksimalkan performa motor garapannya. Ditunggu deh kalau begitu!

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot  : Kawahara K2
Rasio : 15/39

Yamaha Scorpio, KTM Wanna Be!

Hobi pakai motor penjelajah sudah melekat dalam diri Robby Handa. Maklum pemilik bengkel Robby Steam ini hampir setiap bulan ikut gelaran adventure di berbagai kota di Tanah Air. Buat melengkapi besutan, dia menggandalkan Yamaha Scorpio yang sudah berubah wujud menjadi  KTM EXC Enduro, alias KTM Wanna be!

“Sudah punya beberapa motor modifikasi enduro  dari Suzuki TS125 dan CRF223. Penasaran mau punya yang basicnya Yamaha Scorpio,” jelas pria gabung di komunitas Track (Trail Adventure Jakarta)

Untuk mengubah tampilan jadi KTM EXC part yang diaplikasi enggak sedikit. Ini lantaran Robby ingin membuat Scorpio semirip mungkin dengan trail buatan Swedia. “Pokoknya kalau dilihat orang awam enggak nyangka deh kalau ini Scorpio,”  ujar pria buka bengkel di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Biar Scorpio menyerupai KTM dibutuhkan satu set kaki-kaki copotan Special Engine (SE). Lengan ayun belakang Robby mengandalkan komponen punya KTM 250 lengkap dengan suspensinya. “Kalau satu set lengan ayun dan sok, pemasangannya enggak terlalu ribet,” jelas Robby dengan logat Betawi kental.

Untungnya upside down juga dari KTM. Alhasil kaki-kaki benar-benar sudah mengandalkan copotan motor satu merek. Bodi, pasang satu set pakai baju KTM EXC Enduro 2008. Makin seperti aslinya, sub frame dari almu. “Karena pakai produk asli KTM jadi mirip banget aslinya.”

DATA MODIFIKASI
Bodi            : KTM 2008
Pelek        : TK 21/18
Knalpot      : Custom
Silencer      : Aftermarket
Robby Steam    : 0815-8437-3267

Yamaha Xeon 125, Grafis Berlubang

Yamaha Xeon 125 milik Andhika Harjanto, turun di MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 lalu andalkan airbrush grafis. Desainnya menghabiskan semua bodi motor. “Selain grafis, saya kasih sentuhan baru dengan lubang di bagian bodi,” ujar pria dari Mangga Dua, Jakarta Pusat.

Teknik melubangi bodi ini agar grafis tampak beda dari detail. Fokus di cover bagian bawah jok yang jadi menu utama. “Cover bodi saya bikin berlubang dengan model yang saya bentuk sesuai lekukan bodi asli,” ujar pria yang membawa bendera bengkel Option Colour.


Kata Andhika, prosesnya sedikit rumit lantaran dibentuk sesuai lekukan bodi. Tapi biar mudah, proses potong bodi diperlukan mesin gerinda. Dan sebelum dilubangi, lebih dulu dibuat pola sesuai model diinginkan. Makanya harus teliti.

Detail potongan bodi efeknya membuat areal rangka depan dan cover bagasi tampak dari luar. Makin sip, bagian yang transfaran juga kena olah semprotan cat berkelir candy. “Ini bedanya dari tampilan grafis yang disodorkan skubek lain. Xeon makin terlihat unik.”

DATA MODIFIKASI
Ban depan: IRC 80/60-14
Ban belakang: Michellin 80/70-17
Knalpot: Standar
CDI: BRT
Option Colour: 0899-829-6835

Honda Scoopy, Standar Menawan

Turun di kelas matik standar pada ajang IRC-MOTOR Plus Modification Contezt 2011, bengkel Nan Graphic Art menurunkan Honda Scoopy. Salah satu karya bengkel bermarkas di Teluk Gong, Jakarta Utara ini menampilkan ubahan dengan tema mothai alias gaya motor Thailand.

Ini bisa dikenali dari pemasangan ban ring 17 inci profil tipis pada kedua roda. “Turun di kelas matik standar harus piawai memainkan gaya modifikasi,” urai Ferdinan, sang modifikator yang dipercaya mendandani Scoopy ini.

Makanya hampir seluruh detail motor dipermanis dengan pemasangan part variasi bolt-on atau yang bisa langsung pasang. “Juga diberi sentuhan krom pada cover CVT, behel dan cover ujung,” lanjut Nan, sapaan akrab Ferdinan.

Bukan hanya itu, pada cover CVT, Ferdinan coba berkreasi dengan menempelkan mika bulat yang bisa ngintip areal dalam CVT. “Ini salah satu detail ubahan yang memang sengaja ikut ditampilkan,” jelas modifkator yang juga mepermanis cover mika dengan bahan aluminium.

Urusan pemilhan kelir, dirasa cukup tampil dengan perpaduan  pink dan putih lembayung. Makin sip lagi, pada areal bodi bagian luar juga dipermanis dengan sentuhan grafis macam vinyet dengan hanya satu warna yaitu putih. “Sengaja memang biar warnanya enggak terlalu ramai. Dengan begitu ubahan motor tetap menonjol,” pede-nya.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 80/70-17
Ban belakang : Aspira 80/70-17
Sok belakang: YSS G-Series
Pelek  : Akron
Nan Graphic Art : (021) 989 88883

Honda GL100, Mengacu H-D Sportster

Bengkel Herry Motor selama ini terkenal sebagai tempat ngemodif skubek. Sudah banyak hasil karyanya sakses jadi juara di berbagai contezt. Ini kali rupanya bengkel yang digawangi Bambang Winarto ini ingin juga memodifikasi varian selain skubek. Pilihannya jatuh pada GL100 dan acuannya mengarah pada Harley-Davidson (H-D).

“Saya ingin tampilan yang x-treme. Awalnya banyak ide tapi akhirnya memilih tampilan layaknya sebuah H-D Sportster,” kata Bambang menceritakan latar belakang pengerjaan ini. Hal itu juga karena dirinya merasa punya banyak referensi sehingga lebih gampang untuk mencoba memulai sesuatu yang baru ini.

Sudah pasti sebuah GL harus dirombak total jika ingin seperti ini. “Hanya menyisakan rangka bagian depan untuk tempat dudukan tangki dan pegangan mesin,” kata pria 54 tahun ini. Bagian belakang sudah pasti dipapas habis.

“Rangka belakang hanya menyisakan sedikit buat dudukan jok,” tambahnya. Jok cukup unik karena dibuat dari pelat besi yang kemudian dikrom. Sungguh menarik dan enggak pasaran.

Permainan krom atau lapis verneckel seperti ini memang terlihat di beberapa bagian motor. “Sebab ingin membuat kesan motor ini lebih mewah dan modern. Salah satu jurusnya ya pakai krom tadi,” lanjut pria bertubuh kecil ini.

Coba lihat lengan ayun. Swing arm custom ini juga terlihat mewah. Selain karena mengilap juga karena desainnya. “Ditiru dari gaya H-D di Eropa, bentuknya banyak yang dicustom seperti ini dan terbukti membuatnya tidaklah terlalu sulit,” kata pemilik bengkel di Jl. Ciputat Raya No. 15, Jakarta Selatan ini.

Bambang membuatnya menggunakan pipa dengan ketebalan pelat 1mm. “Sedang diameter pipanya hampir 2 inci,” ungkapnya lagi. Ciri paling khas dari desain ini ada pada bentuk melengkung.

Bisa dikatakan semua hal yang berhubungan dengan roda dan suspensi kinclong. “Karena itu untuk bodi dibuat kontradiksi. Diberi sentuhan warna hitam dan merah lagi supaya jelas terlihat,” lanjutnya lagi.

Memang bodi buatannya ini memang tidak terlalu banyak. Hanya tangki dan sedikit pada bagian cover engine. “Tangki dibuat, bahn bukan pakai limbah motor tua,” bangganya.

Sedangkan di bagian bawah, mesin sedikit tertutup dengan cover minimalis. “Semuanya kita buat menggunakan pelat galvanis,” mantapnya

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Nylogrip 100/80-17
Ban belakang : Battlax 120/70-17
Pelek: Champ
Sok belakang: Jupiter MX
Sok depan: Custom
Footstep: Custom
HM: (021) 96829778

Honda CBR 250R, Juragan Batik Punya Gaya

Memiliki Honda CBR 250R standar pabrikan dirasa masih kurang pede untuk dikendarai. Tidak heran bila H. Abdul Aziz Haki sang pemilik motor ingin tampilannya direkayasa ulang, sedikit berubah dari standar.

Setelah motor jadi terbukti tidak hanya ditunggangi, Aziz sapaan akrabnya juga jadi makin percaya diri menurunkan besutannya di ajang IRC-MOTOR Plus Modification Contezt 2011 di Bursa Otomotif Ramadhan, Senayan beberapa waktu lalu.

“Terus terang turun di ajang contezt modifikasi seperti ini jadi pengalaman baru buat saya. Apalagi bisa langsung melihat motor lain yang ikutan,” jelas pria asal Pekalongan ini yang turunkan motor di kelas Sport Advance.

Tampil di kelas Sport Advance memang butuh ubahan apik pada bagian detail motor. “Ada beberapa yang berubah mulai dari kondom tangki, pemanjangan fairing dan deltabox yang konsepnya dibuat sport racing look,” sebut Ariawan Wijaya builder bengkel Baru Motor Sport (BMS) yang menangani ubahan ini,

Untuk kamuflase model deltabox, Ari mengandalkan bahan serat fiber yang didesain biar pas duduk di rangka tengah motor. “Cover asli di bawah tangki terpaksa harus dikorbankan. Itu karena posisinya dirasa menggangu pemasangan cover deltabox,” lanjut builder yang selalu berpenampilan trendy.

Alhasil cover samping di bawah tangki kini dimensinya jadi lebih kecil. Ubahan ini justru bikin tampilan Honda CBR 250R jadi makin sporty. “Memang menginginkan ubahan motor yang lebih sporty, makanya areal fairing bawah juga ikut dibuat menyatu dengan fairing utama,” bilang pengusaha batik Pekalongan ini.

Makin sip sektor kaki-kaki juga jadi perhatian, sok depan langsung dipasang upside down milik Kawasaki ZX6 keluaran  2011. “Suspensi depan benar-benar istimewa seperti motor baru,” bilang Ari yang lokasi bengkelnya ada di Jl. Palmerah Barat, Jakarta Selatan.

Sedang untuk lengan ayun belakang mengandalkan satu set berikut sok milik Honda CBR 600. “Ubahan kaki-kaki ini yang saya suka. Motor jadi kelihatan kekar layaknya moge,” timpal Aziz yang mempercayakan kedua pelek dari Suzuki GSX 1000.

Ngejar tampilan racing look knalpot pun diganti dengan tipe racing. Mengandalkan saluran buang produk Yoshimura.  “Suara knalpot cocok dengan tampilan motor ,” bangga Aziz.

DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Pirelli 120/70-17
Ban belakang  : Pirelli 190/50-17
Knalpot    : Yoshimura
Engine Cover: Bikers
BMS: 0819-1511-3717

Honda CBR 250R Bergaya Crazy Strip

Konsep modifikasi yang disodorkan Steven Lay pada Honda CBR 250R oke punya. Dia sebagai penggagas sekaligus eksekutor mampu menelurkan ide sederhana namun punya makna dalam. Seperti keharmonisan kaki-kaki, bodi berikut pemilihan corak airbrush.

“Tampang memang racing look. Cuma juga pengin tampil MEFRIK (Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi dan Kreasai). Jadi, bukan sekadar ubah tampang tanpa hiraukan safety,” ujar Steven Lay, pemilik rumah modifikasi Layz-Motor Custom ini.

Keharmonisan ubahan bukan cuma ditujukan lewat bodi, makin kelihatan berurat pasca pemasangan beberapa bodi kit dari fiberglass. Itu dapat dilihat dari pemasangan windshield, fairing pelindung batok lampu projector BI Xenon, sayap samping hingga cover engine.

Makin tampak kekar begitu kondom tangki dipadu cover tengah model baru serta pemasangan deltabox khas motor gede. Sehingga motor yang rangka aslinya pipa tubular, setelah pasang bodi makin terlihat sporty.

Karena cat dasarnya putih, selain pasang lampu sein depan mungil dan batang pelindung bodi, Steven juga ingin motif airbrush yang dipilih enggak sembarang, sebab bisa jadi kelihatan norak.

“Pilih motif airbrushnya rada unik. Cuma garis-garis melengkung tapi enak dilihat. Corak ini dapat dari internet. Kalau enggak salah namanya crazy strip,” kenang Steven yang buka rumah modifikasi di Jl. Pesanggrahan, No. 8, Kedoya, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Makin harmonis begitu kaki depan diganti. Biar imbang dengan postur asli, cocoknya pakai sok upside down Yamaha R6. Enggak terlalu tinggi atau kerendahan. Bahkan untuk memasangnya, biar tidak repot cukup custom ulang as komstir agar mirip punya CBR 250R.

Begitu juga untuk kaki belakang. Posisinya enggak terlalu nungging atau ambles begitu pasang swing arm Honda CBR600. Kebetulan keduanya sama-sama aplikasi pro-link arm, sehingga tidak terlalu menyulitkan saat pemasangan.

“Pada arm CBR600 hanya papas kedudukan poros agar bisa masuk ke rangka CBR 250R. Sedang untuk monosok dapat dipasang seperti semula. Namun yang perlu diatur ulang panjang-pendek batang pro-link agar sesuai posisi motor saat ditunggangi,” jelas Steven yang bisa dikontak lebih lanjut di nomor 0817-48383-53.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Pirelli 140/70-17
Knalpot  : Leo Vince
Pelek: Honda CBR600
Master rem: Kitaco (depan), Nissin (belakang)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.490 pengikut lainnya.